Mau Jadi Bupati Karawang! Datang Dulu Ke Makam Ini?

Suasana ijo dengan banyak pepohonan menaungi area pemakaman para Bupati Karawang di Desa Manggung Cilamaya Kulon. Banyak pohon tinggi dan rindang di lahan seluas ampir dua hektar. Adem loh.

Jika ingin lebih sempurna menikmati suasana di sana boleh tuh pesan secangkir kopi hitam di warung terdekat. Dan bila beruntung anda bisa mendapatkan cerita menarik dari penduduk lokal tentang betapa bersejarahnya tempat itu.

Desa Manggung dahulu bernama Kampung Cigobang. Nama Cigobang berasal dari sejenis pakarang menyerupai golok (golok besar : Bahasa Sunda). Dahulu, gobang-gobang pusaka milik warga sering dibersihkan (disucikan) di sebuah sungai kecil dekat kampung.

Sejak itu sungai tersebut disebutnya Cigobang. Tapi bukan Cigobang yang menjadi sungai keramat-nya loh. Adalah Kalen Dawun yang menjadi sungai historis di Desa Manggung. Sungai itu melintasi Kampung Manggung dan bersambung ke muara Ciparage. Pada abad 16 Kalen Dawun menjadi ciri kekuasaan wilayah Singaperbangsa, The First Regent of Karawang.

Menurut info sejarah, Desa Manggung mulanya banget adalah sebuah wilayah kosong. Pada jaman old, pusat keramaian-nya berada di Dipala yang berlokasi dekat Muara Sungai Ciparage.

Di situ terdapat sebuah pelabuhan dan perkampungan besar yang dipimpin Bupati Singaperbangsa. Namun keberadaan pelabuhan Dipala mulai terlupakan setelah kematian Singaperbangsa pada tahun 1677. Cerita Babad Karawang menjelaskan bahwa pada tahun tersebut di Karawang terjadi sebuah pemberontakan.

Dalam peristiwa itu Singaperbangsa terbunuh oleh para pemberontak. Pemberontakan itu menimbulkan kekacauan hebat di Karawang. Mayat Singaperbangsa kemudian dibawa oleh para pengikutnya ke Dipala (Labuhan Tempuran). Di sana mayatnya dikuburkan. Namun selama ratusan tahun keberadaan kuburan Sang Bupati seolah terlupakan sampai akhirnya ditemukan lagi. Cerita penemuannya unik loh. Konon warga di sana suka ketemu orang tua dan asing yang kalau ditanya suka menjawab mau ke Manggung.

Dulunya yang disebut Manggung adalah sebuah gundukan tanah tinggi di tengah tegalan, yang menjadi lokasi makam sekarang.
Di Era Now, Makam Singaperbangsa banyak dikunjungi para peziarah. Selain makam Singaperbangsa disana juga dimakamkan para bupati Karawang lainnya sepertiRaden Wirasuta, Jayanegara, Martanegara,dan Muhammad Soleh, Menurut cerita, orang-orang yang ingin menjadi Bupati Karawang selalu mengunjungi Makam Singaperbangsa.

Mereka berdoa sebagai bentuk permintaan restu untuk maju dalam pencalonan Bupati. Tapi buat Anda yang sekadar ingin memperkaya wawasan tentang Karawang silahkan saja berkunjung ke sana.

Seperti saya bilang, Anda bisa menikmati suasana teduh. Atau mereguk secangkir kopi hitam di warung terdekat. Selfi-selfi dekat bangunan makam atau di bawah pohon kelapa juga it`s okay lah. Yang penting, kenali dan cintai sejarah kota sendiri.

Leave a Comment