Dalam perhelatan Pilkades tahun 2021 ini, muncul fenomena yang menarik ketika beberapa calon kepala desa secara langsung menghubungi sayak untuk berdiskusi dan berkomunikasi mengenai pengembangan ekonomi kreatif sebagai salah satu program unggulan desa jika mereka terpilih.
Hal ini menunjukkan adanya pergeseran cara pandang dalam pembangunan desa, di mana gagasan tentang ekonomi kreatif dan pemberdayaan UMKM mulai meresap hingga ke tingkat pedesaan. Terutama dari kalangan muda, yang semakin menyadari bahwa potensi desa tidak hanya terletak pada sumber daya alam, tetapi juga pada kreativitas dan inovasi warganya.
Ke depan, dorongan untuk memanfaatkan Dana Desa tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur menjadi semakin relevan. Pembangunan fisik memang penting, namun tanpa diimbangi dengan pemberdayaan ekonomi dan penguatan kreativitas masyarakat, dampaknya tidak akan maksimal dalam jangka panjang.
Tantangan terbesar justru terletak pada perubahan paradigma, khususnya dalam pengelolaan BUMDes yang masih cenderung konvensional dan belum sepenuhnya adaptif terhadap peluang ekonomi kreatif.
Dalam konteks ini, kehadiran Jaringan Forum Kreatif di tingkat desa diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan. Forum Kreatif Desa (FKD) dapat berperan sebagai ruang kolaborasi, advokasi, sekaligus inkubator ide-ide kreatif yang berpihak pada pengembangan potensi lokal.
Dengan adanya jaringan ini, diharapkan kebijakan di tingkat desa dapat lebih berpihak pada sektor ekonomi kreatif dan UMKM, sehingga membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat untuk berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.
Sebagaimana disampaikan oleh Asep R Sundapura, fenomena ini merupakan sinyal positif bahwa desa mulai bergerak ke arah yang lebih progresif. Ia menegaskan bahwa keterlibatan generasi muda dan komunitas kreatif desa menjadi kunci penting dalam mendorong transformasi ekonomi di tingkat lokal.
“Semangat teman-teman Forum Kreatif Desa adalah energi baru bagi pengembangan desa di wilayah masing-masing. Ini harus terus dijaga dan diperkuat agar mampu mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada ekonomi kreatif,” ujarnya.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi yang terus tumbuh, desa memiliki peluang besar untuk tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek utama dalam menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif dan berdaya saing.
