Kegiatan literasi budaya kembali dihadirkan melalui workshop bertajuk “Bedah Buku Sejarah Lokal” yang mengangkat tema menggali sejarah melalui kearifan tradisi lisan. Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Karawang sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya lokal di tengah arus perkembangan era digital.
Workshop yang berlangsung di Kedai Adventure, Karawang, menghadirkan narasumber Asep R. Sundapura yang dikenal aktif dalam mengangkat sejarah dan cerita rakyat Karawang. Dalam kegiatan ini, peserta diajak untuk menyelami kembali cerita-cerita rakyat yang selama ini menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat, namun mulai tergerus oleh modernisasi.
Diskusi berlangsung hangat dengan mengangkat berbagai kepingan sejarah yang tertuang dalam cerita rakyat, mulai dari kisah legenda hingga nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun melalui tradisi lisan. Cerita-cerita tersebut tidak hanya dipandang sebagai dongeng masa lalu, melainkan sebagai jembatan sejarah yang menghubungkan generasi masa kini dengan akar budaya mereka.
Dalam pemaparannya, Asep R. Sundapura menekankan pentingnya menjaga tradisi lisan sebagai bagian dari identitas lokal. Ia menyampaikan bahwa di tengah kemajuan teknologi, generasi muda perlu tetap mengenal sejarah dan budaya asli daerahnya agar tidak kehilangan jati diri. Menurutnya, cerita rakyat memiliki peran penting dalam menanamkan nilai moral sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap warisan leluhur.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata upaya menghidupkan kembali tradisi lisan di tengah masyarakat, sekaligus mendorong kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam diskusi, yang menunjukkan bahwa minat terhadap sejarah lokal masih tumbuh dan perlu terus difasilitasi.
Melalui workshop ini, diharapkan masyarakat, khususnya generasi muda, dapat lebih menghargai dan menjaga warisan budaya yang dimiliki. Cerita rakyat bukan sekadar kisah lama, tetapi menjadi sumber nilai, identitas, dan kebanggaan terhadap kampung halaman. Upaya seperti ini diharapkan terus berlanjut agar budaya lokal Karawang tetap hidup dan berkembang di masa depan.

