Transformasi Budaya Karawang Bimtek Unsika

Karawang, 20 Desember 2025 — Penulis dan budayawan Asep R Sundapura mengisi kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Konten Pembelajaran Mata Kuliah Budaya Bangsa Berbasis Teknologi di Universitas Singaperbangsa Karawang.

Kegiatan ini turut menghadirkan Prudentia selaku Ketua Asosiasi Tradisi Lisan Indonesia serta tim dari Cagar Budaya Indonesia – UNESCO, dalam upaya memperkuat integrasi budaya dan teknologi di lingkungan akademik.

Dalam kesempatan tersebut, Asep R Sundapura menyampaikan materi bertajuk Transformasi Kebudayaan: Local Wisdom Karawang Era 5.0, yang menekankan pentingnya adaptasi nilai-nilai kearifan lokal di tengah percepatan perkembangan teknologi digital.

Asep menjelaskan bahwa transformasi kebudayaan bukanlah upaya mengubah identitas, melainkan proses memperkuat akar tradisi melalui pendekatan baru yang relevan dengan generasi masa kini.

Menurut Asep R Sundapura, kearifan lokal Karawang memiliki potensi besar sebagai sumber pembelajaran kontekstual berbasis teknologi. “Transformasi kebudayaan di era 5.0 adalah tentang bagaimana tradisi tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dihidupkan kembali melalui inovasi digital, tanpa kehilangan makna aslinya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan ini memungkinkan budaya lokal menjadi lebih adaptif, partisipatif, dan mampu menjangkau audiens yang lebih luas.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa era 5.0, yang berfokus pada keseimbangan antara manusia dan teknologi, membuka ruang bagi integrasi budaya sebagai fondasi pembangunan karakter bangsa.

Dalam konteks Karawang, local wisdom seperti tradisi lisan, seni pertunjukan, serta nilai-nilai sosial masyarakat dapat dikembangkan menjadi konten pembelajaran digital yang tidak hanya informatif, tetapi juga inspiratif.

Kegiatan Bimtek ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk mendorong dosen dan mahasiswa dalam mengembangkan materi pembelajaran berbasis budaya dengan dukungan teknologi.

Kehadiran berbagai pemangku kepentingan budaya, termasuk organisasi tradisi lisan dan tim cagar budaya, memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya Indonesia.

Melalui pemaparannya, Asep R Sundapura juga mengingatkan bahwa transformasi budaya harus dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab. “Local wisdom Karawang bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga modal masa depan yang harus dikemas secara kreatif dan relevan di era digital,” ungkapnya, menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga sekaligus mengembangkan identitas budaya di tengah arus globalisasi.

Leave a Comment