Apresiasi Literasi untuk Asep R Sundapura

Pada 22 November 2016, sebuah momen penting dalam dunia literasi lokal Karawang tercatat. Asep R. Sundapura menerima apresiasi dan souvenir dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Karawang atas dedikasi dan kontribusinya dalam mengembangkan literasi, khususnya melalui karya-karya tulis yang mengangkat sejarah dan budaya Karawang.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas produktivitasnya dalam menulis dan menerbitkan buku-buku lokal. Salah satu karya yang menonjol adalah buku Getih Karawang, yang mengupas jejak sejarah serta identitas budaya Karawang secara mendalam. Buku tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mendokumentasikan nilai-nilai lokal yang selama ini hidup di tengah masyarakat, namun sering kali belum tertulis secara sistematis.

Kontribusi Asep R. Sundapura tidak hanya berhenti pada penulisan, tetapi juga pada upaya membangun kesadaran budaya melalui literasi. Dalam konteks daerah yang terus berkembang secara industri seperti Karawang, kehadiran karya-karya lokal menjadi penyeimbang—agar masyarakat tidak tercerabut dari akar sejarah dan jati dirinya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Karawang, Asep Maulana Miharja, menyampaikan apresiasi atas dedikasi tersebut. Ia menilai bahwa karya-karya seperti yang dihasilkan oleh Asep R. Sundapura memiliki peran strategis dalam memperkuat literasi berbasis kearifan lokal. “Kami sangat mengapresiasi dedikasi Kang Asep R. Sundapura dalam menulis dan menghadirkan karya-karya yang mengangkat sejarah serta budaya Karawang. Ini bukan hanya soal literasi, tetapi juga upaya menjaga identitas daerah agar tetap hidup di tengah arus modernisasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia berharap semakin banyak penulis lokal yang tergerak untuk mendokumentasikan kekayaan budaya Karawang, sehingga literasi tidak hanya berkembang secara kuantitas, tetapi juga memiliki kedalaman nilai.

Penghargaan ini menjadi simbol bahwa gerakan literasi tidak harus selalu dimulai dari hal besar. Ia bisa tumbuh dari kepedulian individu terhadap lingkungan sekitarnya, lalu berkembang menjadi gerakan kolektif yang memberi dampak luas.

Dengan adanya apresiasi ini, diharapkan semangat menulis dan menggali sejarah lokal semakin tumbuh di kalangan masyarakat Karawang, khususnya generasi muda. Karena pada akhirnya, literasi bukan sekadar aktivitas membaca dan menulis, melainkan upaya merawat ingatan, menjaga identitas, dan membangun masa depan yang berakar pada nilai-nilai budaya sendiri.

Leave a Comment