Karawang adalah kota dengan kisah menggetarkan di setiap ruangnya. Karawang adalah kota yang menjadi gerbang peradaban sejak awal Masehi dan menjadi titik awal hadirnya sebuah kebudayaan megah pada masa Tarumanagara.
Pecandian Batujaya menjadi saksi dan tapak dari langkah-langkah raksasa kehidupan manusia Karawang pada masa silam.
Karawang adalah kota yang diberkahi Allah menjadi Serambi Mekah Tanah Pasundan. Pada abad 14 waliyullah Syeh Hasanudin menyalakan Api Tauhid di Kota Karawang yang nyala cahayanya sumebar ke seluruh pelosok Jawa Barat, dan bahkan mengawali lahirnya Peradaban Islam di Jawa Barat.
Karawang adalah Api Revolusi. Inilah Kota Pangkal Perjuangan dimana bendera merah putih pertamakali mencium Udara Kemerdekaan.
Pada setiap ruas jalan Kota Rengasdengklok tersimpan masih memori revolusi yang mencatat hadirnya Sukarno-Hatta di kota itu dan menyiapkan proklamasi yang agung dan membebaskan negeri dari gulitan sadis penjajahan.
Karawang adalah Lumbung Kebesaran Tuhan dimana tanah-tanahnya subur dan menggoda. Karawang tidak hanya memiliki pantai terpanjang di belahan utara sana, besertakekayaan maritimnya yang meluas yang kaya dengan ikan-ikan, udang, cumi atau bahkan tambak-tambak melebar.
Pada dataran tinggi dan pegunungan Karawang yang kokoh berdiri di selatan sana tersimpan juga harta karun tak terhingga berupa bahan tambang, galian dan minyak bumi.
Kemanapun memandang di Tanah Karawang terhampar tebaran kekayaan Tuhan Yang Maha Pengasih, yang mewujud dalam hijaunya hamparan sawah, gemuknya perkebunan, segarnya ikan-ikan, lembutnya butiran pasir dan cadasnya bebatuan. Itulah potensi agung Karawang yang menanti untuk kita sentuh dan kita manfaatkan menjadi Lumbung Kesejahteraan Rakyat Karawang.
Pada Karawang tersaji kekayaan pariwisata, kisah sejarah, khazanah seni budaya tak terkira. Di sinilah Tari Jaipong memulai giteuknya. Pada Karawang terbuka ceruk kehidupan ekonomi yang cantik di ruang-ruang industri pabrikasi, perdagangan dan sumber daya alam.
Namun, semua itu tidak selalu menjadi nyata. Karawang tidak hanya cerita indah ketika Tuhan Sedang Bergairah. Karawang juga merupakan rentetan persoalan dan permasalahan. Karawang adalah lumbung dimana diantara tumpukan padi menawan terselip juga tikus-tikus serakah.
Banyak persoalan yang dihadapi Karawang, dari mulai kerusakan lingkungan, krisis jati diri, persoalan moral, dekadensi nilai, pengangguran, melempemnya manajemen pemerintahan daerah, buruknya tata ruang, tersisihkannya pribumi, hingga terabaikannya berbagai potensi pariwisata.
Karawang bisa jadi merupakan kitab yang belum terbaca seluruhnya. Ada lembaran yang hanya bisa dibuka oleh putera-putera terbaiknya. Dan Karawang memang memerlukan putera-putera terbaiknya untuk mengubah ayat-ayat kesuburan-Nya menjadi Tilawah Kesejahteraan yang paripurna.
Karawang menantikan Putera Terbaiknya untuk membawa kota ini menjadi Kota Tak Tertandingi.
