Upaya menghidupkan kembali Tugu Nol Karawang bukan sekadar wacana pembangunan fisik, melainkan perjuangan panjang untuk mengembalikan identitas sejarah Kota Karawang. Pada 20 Maret 2019, Asep R. Sundapura selaku Ketua Karawang Heritage bersama timnya mendatangi sejumlah instansi pemerintah daerah untuk menyuarakan aspirasi tersebut.
Langkah ini menegaskan bahwa Tugu Nol Karawang bukan hanya penanda geografis, tetapi simbol penting yang merepresentasikan sejarah, orientasi ruang, dan jati diri masyarakat Karawang.

Menurut Asep R. Sundapura, perjuangan ini telah melalui proses panjang dan kajian mendalam. “Ikhtiar sudah kita lakukan. Bahkan kajian sudah kita mulai sejak 2015. Tinggal sekarang kembali pada keseriusan pihak Pemerintah Daerah untuk memperjuangkan aspirasi kebudayaan urang Karawang untuk menggali dan merestorasi nilai-nilai jati diri dan pusaka Karawang.”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa gagasan pembangunan kembali Tugu Nol Karawang lahir dari kesadaran kolektif akan pentingnya simbol sejarah dalam membangun identitas kota.
Lebih lanjut, ia juga mengajak seluruh pihak untuk terlibat dalam perjuangan ini, “Mohon dukungannya ke semua pihak untuk ikut bersama memperjuangkan. Walau judulnya proposal, tapi permohonan bantuannya sederhana saja: tolong bangun lagi Tugu Titik Nol Karawang.”
Usulan yang diajukan oleh Karawang Heritage mendapat perhatian dari pemerintah daerah, khususnya dari Okky selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karawang.
Dalam tanggapannya, Okky menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif tersebut sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap warisan budaya daerah. “Kami mengapresiasi usulan dari Karawang Heritage terkait pembangunan kembali Tugu Nol Karawang. Ini merupakan bentuk nyata partisipasi masyarakat dalam menjaga dan menguatkan identitas budaya Karawang.”
Pernyataan ini menjadi sinyal positif bahwa perjuangan pembangunan Tugu Nol Karawang tidak berjalan sendiri, melainkan mulai mendapat ruang dalam kebijakan pemerintah daerah.
Hilangnya atau tidak hadirnya kembali Tugu Nol Karawang di ruang kota saat ini menciptakan kekosongan simbolik. Padahal, dalam banyak kota, titik nol memiliki fungsi penting sebagai:
- Penanda pusat kota
- Referensi historis perkembangan wilayah
- Simbol identitas kolektif masyarakat
Karena itu, pembangunan kembali Tugu Nol Karawang bukan hanya soal menghadirkan monumen, tetapi juga memulihkan hubungan antara masyarakat dengan sejarah kotanya.
