Forum Ekonomi Kreatif Karawang bersama jejaring International Business Association (IBA) menggelar diskusi strategis untuk merumuskan langkah kolaboratif dalam Tahun Pemulihan Ekonomi Kreatif di Karawang. Pertemuan ini menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendorong pengembangan subsektor unggulan, khususnya fashion dan kepariwisataan, sebagai motor penggerak baru pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam forum tersebut, para peserta sepakat bahwa penguatan ekosistem ekonomi kreatif tidak dapat berjalan sendiri, melainkan harus didukung oleh jejaring internasional, peningkatan kapasitas pelaku usaha, serta strategi pemasaran yang adaptif terhadap pasar global. Kolaborasi dengan IBA diharapkan membuka akses yang lebih luas terhadap peluang investasi, pertukaran pengetahuan, serta penetrasi pasar luar negeri bagi produk fashion lokal Karawang yang memiliki potensi besar untuk bersaing.
Di sisi lain, pembahasan juga menyoroti pentingnya membangun identitas pariwisata Karawang yang lebih terarah dan berbasis potensi unggulan. Kami sepakat, pariwisata Karawang itu harus di-create sesuai potensi unggulannya semisal Wisata MICE, Industri, ataupun edutourism jika ingin menarik wisatawan luar daerah dan asing. Pendekatan ini dinilai mampu memperkuat positioning Karawang tidak hanya sebagai kawasan industri, tetapi juga sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman unik dan bernilai edukatif.
Pengembangan wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) menjadi salah satu fokus karena didukung oleh infrastruktur dan kedekatan geografis dengan pusat bisnis nasional. Sementara itu, wisata industri dan edutourism membuka peluang baru dengan menghadirkan pengalaman langsung bagi wisatawan untuk mengenal proses produksi, inovasi, serta transformasi industri di Karawang. Integrasi dengan subsektor fashion juga menjadi bagian penting, di mana produk-produk lokal dapat dipamerkan dan dipasarkan sebagai bagian dari pengalaman wisata.
Ketua Forume Ekraf Karawang, Asep R Sundapura, menegaskan bahwa momentum pemulihan ini harus dimanfaatkan secara maksimal melalui kolaborasi yang konkret dan berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa pengembangan ekonomi kreatif di Karawang membutuhkan keberanian untuk berinovasi sekaligus konsistensi dalam membangun identitas daerah. Menurutnya, sinergi dengan mitra internasional seperti IBA merupakan langkah strategis untuk mempercepat akselerasi, khususnya dalam meningkatkan daya saing pelaku ekraf lokal di pasar global.
Dengan semangat kolaborasi tersebut, Forum Ekraf Karawang optimistis bahwa pengembangan fashion dan pariwisata berbasis potensi unggulan dapat menjadi pilar penting dalam mendorong pemulihan ekonomi daerah, sekaligus memperkuat posisi Karawang sebagai salah satu pusat ekonomi kreatif yang dinamis dan berdaya saing.
