Ekosistem Kreatif Desa adalah sebuah keniscayaan kekinian bagi sebuah desa untuk mengembangkan lebih luas potensi desanya. Ekosistem ini bisa berbentuk Bumdes, Karang Taruna, atau komunitas kreatif lainnya yang ada di desa, bahkan bisa juga berupa gabungan dari semuanya. Intinya tetap sama, yaitu fokus pada pengembangan lingkungan desa dengan kekuatan yang berasal dari dalam.
Saya melihat bahwa pada tahun 2020, Forum Ekraf Karawang mendirikan Forum Kreatif Desa (FKD) sebagai wadah alternatif bagi anak-anak muda yang memiliki ide dan keinginan untuk mengembangkan potensi desanya lebih jauh. Pembentukan FKD sendiri merupakan bagian dari Renstra Ekraf untuk menyebarluaskan gagasan kreatif dan inovatif hingga ke tingkat bawah. Tujuannya agar anak-anak muda di desa dapat saling terkoneksi, berkolaborasi, dan tumbuh bersama dalam membangun desanya.
Bagi saya, pengembangan desa tidak bisa sepenuhnya mengandalkan pihak luar, termasuk pemerintah sekalipun. Pemuda desa-lah yang harus menjadi motor penggerak utama. Ketika anak-anak muda memiliki ruang untuk berkreasi, mereka akan mampu menghadirkan berbagai bentuk pengembangan desa yang sesuai dengan potensi lokalnya. Kreativitas tersebut bisa diarahkan ke sektor pariwisata maupun pengembangan produk dan jasa unggulan melalui konsep One Product One Village.
Memasuki awal tahun 2021, saya melihat beberapa desa mulai terkoneksi dan membentuk FKD-nya masing-masing. Kami mendorong agar setiap FKD dapat saling berbagi pengalaman dan belajar satu sama lain. Dengan adanya jaringan ini, FKD tidak hanya menjadi wadah lokal, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang lebih luas antar desa.
Saya juga berharap bahwa gabungan FKD ini dapat menjadi kekuatan yang mampu mendorong pemerintah desa dan Bumdes untuk lebih berpihak dalam mewadahi ide-ide serta kreativitas anak muda. FKD bahkan telah diusulkan sebagai salah satu poin dalam Renstra Pembangunan Daerah berbasis pedesaan, dan regulasinya pun sudah jelas.
Pada akhirnya, harapan saya sederhana namun penting: anak-anak muda desa mulai berani melirik dan memetakan potensi yang ada di desanya masing-masing. Dari situlah akan lahir gerakan kreatif yang tidak hanya menghidupkan desa, tetapi juga memperkuat kemandirian dan identitas lokal yang berkelanjutan.
