Pada 27 Juni 2023, budayawan sekaligus penggiat literasi Asep R. Sundapura menjadi pembicara dalam sebuah workshop bersama para pendidik Sekolah Dasar yang mengangkat tema pengembangan bahan ajar berbasis kearifan lokal atau literasi budaya. Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi penting bagi para guru dalam merancang materi pembelajaran yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga berakar pada nilai-nilai budaya setempat.
Dalam pemaparannya, Asep menyoroti pesatnya perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), yang menurutnya telah membawa kemudahan luar biasa dalam proses pembuatan bahan ajar. Ia mengungkapkan bahwa kehadiran AI mampu mempercepat dan mempermudah pekerjaan hingga berkali-kali lipat. “Dengan hadirnya AI, pembuatan bahan ajar 1000 persen dipermudah. Saya sendiri tiap hari hampir tidak pernah absen menggunakan ChatGPT ataupun tools AI lainnya,” ujarnya.
Meski demikian, Asep menekankan bahwa kemudahan teknologi tidak dapat sepenuhnya menggantikan proses memahami kearifan lokal. Ia menegaskan bahwa literasi budaya tidak cukup hanya digali melalui sumber digital atau teknologi canggih, melainkan membutuhkan keterlibatan langsung dengan kehidupan masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai kebudayaan sering kali tersembunyi dalam keseharian yang sederhana dan tidak selalu tampak di permukaan.
Sebagai seorang budayawan dan penggiat literasi, Asep R. Sundapura menyampaikan bahwa untuk benar-benar memahami kearifan lokal, para pendidik harus terjun langsung ke lapangan, berinteraksi dengan masyarakat, serta merasakan dinamika kehidupan yang ada. “Tidak ada jalan lain, kita harus turun dan menyentuhnya langsung, karena wawasan dan kearifan kebudayaan terselip di balik tirai sunyi kehidupan orang banyak,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa di tengah kemajuan teknologi, sentuhan manusia dan pengalaman nyata tetap memiliki peran yang tidak tergantikan, terutama dalam membangun pendidikan yang berakar kuat pada identitas budaya.
