Yang Hot dari Karawang: Wah, Siapa Duga Karawang Ternyata Punya Victory City

Kalau Anda masih menganggap Jakarta atau Jayakarta sebagai Kota Kemenangan (Victory City), sepertinya tulisan ini perlu Anda baca. Lumayan, itung-itung lebih mengenal Karawang.

Yuk, kita mulai.

Menurut sejarah baku, Kota Jakarta dahulu bernama Sunda Kalapa. Namun setelah berhasil direbut oleh Fatahillah, namanya diganti menjadi Jayakarta yang berarti Kota Kemenangan.

Lucunya, kemenangan itu didapat dengan membantai orang-orang Islam Pajajaran pimpinan Wak Item dari wilayah Tanjung Barat (sekarang Pasar Minggu, Jakarta), dan sama sekali bukan dari mengalahkan Portugis. Sebab, beberapa bulan sebelumnya kapal-kapal Portugis tenggelam di Afrika, sedangkan yang datang ke Kalapa hanyalah kapal dagang. Jadi, saat Fatahillah datang ke Sunda Kalapa, Portugis belum ada. Yang ada justru Wak Item dan orang-orang Pajajaran yang telah memeluk Islam.

Ketika Fatahillah menguasai Sunda Kalapa, ribuan rakyat Pajajaran yang sudah masuk Islam diusir dan rumahnya dibakar.

Nah loh.

Fakta bahwa Fatahillah adalah pahlawan Islam patut dikoreksi, dan hal ini sudah dilakukan oleh komunitas Betawi. Bahkan, hari jadi Jakarta juga dipertanyakan, dan sudah diragukan sejak pertama kali disahkan pada tahun 1960-an. (Penelitian ini dilakukan oleh berbagai tim di Jakarta).

Puluhan tahun sebelumnya, kota atau tempat kemenangan sebenarnya sudah berdiri di Karawang. Tepatnya di daerah yang sekarang masuk Kecamatan Jayakerta (Karawang Utara). Nama Karta/Kerta memiliki akar kata yang sama, berasal dari Sanskerta, yang berarti “kemenangan yang berhasil dicapai”.

Nama itu diberikan oleh Prabu Siliwangi pada sebuah tempat yang menjadi peristirahatan putrinya yang bernama Rara Santang atau Nyimas Gamparan, anak Siliwangi dengan Subanglarang, murid Syekh Quro.

Rara Santang meninggalkan Istana Pakuan dan mengembara mencari agama Islam. Setelah menempuh perjalanan yang berat, ia akhirnya berhenti di Jayakerta, karena di situlah ia menemukan petunjuk tentang Islam.

Itulah sebabnya tempat itu dinamakan Kota Kemenangan oleh Siliwangi, yang bisa diartikan sebagai kemenangan dalam menemukan petunjuk Islam.

Jadi, Jayakarta sejati bukan di Jakarta, tetapi di Karawang.

Makam Rara Santang beserta sejumlah benda peninggalannya masih dapat kita lihat di sana. Perkara tempat itu menjadi tujuan ziarah dan lain-lain, kita tidak perlu ikut-ikutan. Santai saja, Bro.

Kita cukup merenungi betapa beratnya perjalanan orang zaman dulu untuk memeluk Islam, sekaligus mengenal Karawang pada masa lalu yang ternyata menyimpan banyak nilai sejarah.

Tulisan ini dikembangkan oleh Tim Sundapura berdasarkan penelitian Ridwan Saidi (ahli sejarah asal Betawi), cerita rakyat yang berhasil dikumpulkan, wawancara dengan juru kunci pertama, serta penelitian lapangan lainnya yang dilakukan oleh tim Sundapura.

Leave a Comment