Kami sepakat dan sevisi, bahwa bicara Ekonomi Kreatif itu bukan bicara sekadar event ataupun kegiatan seremony.
Bicara ekraf adalah bicara industri. Bicara Ekraf kita bicara regulasi, ekosistem, sistem, infrastruktur, Pemasaran, SDM, sarana prasarana, finance, management dan lain sebagainya. Itu kompleks. Rumit. Perlu keterlibatan banyak pihak. Ada Edukasi. Harus Kolaborasi. Karena itu tidak cukup 1-2 tahun. Harus berkelanjutan. Jangka panjang. Kudu sabar dan tekun. Dalam istilah Sunda : Kudu Ngeureuyeuh Nikreuh.
Kalau event, hajatan atau ceremony mungkin bisa selesai 1-7 hari dengan segala pengorbanannya. Namun saat masuk ke Ekraf, kita harus siap melakukannya secara jangka panjang.
Tak ada habisnya. Tak ada pula indikator visual keberhasilan seperti halnya kalau kita bangun infrastruktur. Diperlukan kerja-kerja panjang yang kebermanfaatannya hanya bisa dirasakan masyarakat, UMKM dan para pelaku Ekraf itu sendiri. Dan mungkin perlu banyak keiklasan di dalamnya. Karena kita bukan sedang mengurus perusahaan dengan keuntungan pribadi. Di situ tantangan ter-sulitnya.
Indahnya, semesta terus mengirimkan orang-orang yang peduli untuk membantu dan menguatkan bersama-sama membangun pondasi kontruksi Ekraf lokal. Saya percaya, dengan kolaborasi bersama maka Ekraf bisa menjadi Gelombang Ke Tiga pengembangan ekonomi Karawang. Tidak mudah. Tapi langkah harus tetap diambil.
