Mengakselerasi penguatan arah Creative City Karawang menjadi langkah strategis yang kini semakin nyata diwujudkan melalui berbagai kegiatan berbasis seni dan budaya. Salah satunya terlihat dalam gelaran “Karawang Authentic Cultural Night”, sebuah acara kolaboratif yang menghadirkan ragam ekspresi kreatif khas daerah.
Kegiatan ini menjadi ruang temu bagi pelaku seni, kreator, dan masyarakat untuk menikmati sekaligus memperkuat identitas budaya Karawang.
Dalam satu panggung, berbagai pertunjukan ditampilkan, mulai dari seni tari tradisional, pencak silat, hingga topeng banjet yang menjadi warisan budaya lokal. Tidak hanya itu, acara ini juga diramaikan dengan bazar UMKM kuliner dan kriya, serta pameran fotografi, seni rupa, dan videografi.
Dengan konsep yang inklusif, acara ini tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga sarana penggerak ekonomi kreatif. Kehadiran pelaku UMKM dan kreator lokal membuka peluang interaksi langsung dengan masyarakat sekaligus memperluas akses pasar bagi produk-produk kreatif Karawang.
Wakil Ketua Komite Ekonomi Kreatif Karawang, Asep R. Sundapura, menegaskan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bagian penting dalam mendorong Karawang menuju kota kreatif yang berdaya saing. Ia menyampaikan bahwa penguatan ekosistem kreatif tidak bisa berjalan sendiri, melainkan harus melibatkan kolaborasi lintas sektor.
“Karawang memiliki potensi besar di sektor ekonomi kreatif, baik dari sisi seni pertunjukan, kriya, maupun konten kreatif. Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin mempercepat konsolidasi ekosistem agar para pelaku kreatif memiliki ruang, panggung, dan peluang ekonomi yang lebih luas,” ujar Asep.
Ia juga menambahkan bahwa arah pengembangan Creative City Karawang tidak hanya berfokus pada industri besar, tetapi juga pada penguatan identitas budaya lokal sebagai fondasi. Menurutnya, budaya adalah kekuatan yang dapat membedakan Karawang dari daerah lain sekaligus menjadi daya tarik tersendiri.
“Ketika budaya kita kuat dan dikemas secara kreatif, maka nilai ekonominya juga akan meningkat. Inilah yang sedang kita dorong, bagaimana seni dan budaya tidak hanya dilestarikan, tetapi juga menjadi sumber kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.
Kegiatan “Karawang Authentic Cultural Night” yang digelar di Galeri Bale Indung Nyi Pager Asih ini pun menjadi simbol sinergi antara pemerintah, komunitas, dan pelaku kreatif. Dengan semangat kolaborasi, diharapkan Karawang tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga sebagai kota kreatif yang hidup dengan kekayaan budaya dan inovasi.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan industri dan penguatan sektor kreatif, sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam berkarya dan berkontribusi pada pembangunan daerah.
