Kolaborasi SMK PGRI dan Asep R Sundapura Perkuat Literasi di Kalangan Pelajar

Kegiatan literasi berupa bedah buku sejarah kembali digelar sebagai bagian dari penguatan karakter pelajar berbasis kearifan lokal. Pada 14 Maret, SMK PGRI Lemah Abang bekerja sama dengan penulis dan pegiat sejarah Asep R. Sundapura menyelenggarakan kegiatan bedah buku bertajuk Membongkar Sejarah Karawang. Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara narasumber dan para pelajar dalam menggali kembali jejak historis serta identitas sosial masyarakat Karawang.
Dalam sambutannya, Asep R. Sundapura menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak sekolah yang telah menerima tim bedah buku dengan sangat baik. Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada para siswa yang menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Diskusi berlangsung dinamis, ditandai dengan banyaknya pertanyaan kritis dari peserta terkait berbagai aspek sejarah Karawang, yang menurutnya mencerminkan semangat literasi dan rasa ingin tahu yang kuat di kalangan generasi muda.
Secara substansi, kegiatan ini tidak semata-mata membahas fakta sejarah, tetapi lebih menitikberatkan pada penguatan nilai-nilai berbasis kearifan lokal. Upaya ini dipandang penting sebagai langkah strategis dalam menegaskan identitas atau jati diri sosial ke-Karawang-an di kalangan pelajar. Dengan memahami akar sejarah dan budaya daerahnya, generasi muda diharapkan mampu membangun ketahanan kultural yang kokoh di tengah arus globalisasi.
Adapun pembahasan mengenai tokoh dan entitas sejarah seperti Singaperbangsa, Syeh Quro, Prabu Siliwangi, maupun kerajaan Tarumanagara disebut sebagai bagian pelengkap atau “bonus” dalam diskusi. Hal ini sejalan dengan pendekatan literasi kritis yang tidak hanya berfokus pada hafalan sejarah, tetapi juga pada pemaknaan nilai-nilai yang relevan dengan kehidupan masa kini.
Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi sosial yang menekankan pentingnya perilaku positif di kalangan pelajar. Dalam pesannya, narasumber mengingatkan generasi muda untuk menjauhi berbagai bentuk penyimpangan sosial seperti narkoba, tawuran, dan pornografi, yang dapat merusak masa depan serta melemahkan identitas diri.
Secara lebih luas, kegiatan literasi seperti ini selaras dengan program penguatan pendidikan karakter yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, khususnya dalam aspek penguatan budaya lokal dan literasi sejarah. Data dari kementerian tersebut menunjukkan bahwa integrasi nilai budaya lokal dalam pendidikan dapat meningkatkan kesadaran identitas serta ketahanan sosial generasi muda.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan pelajar tidak hanya menjadi individu yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran historis dan kebudayaan yang kuat. Inisiatif seperti bedah buku sejarah Karawang ini menjadi langkah nyata dalam membangun generasi yang berakar pada nilai lokal, namun tetap adaptif menghadapi tantangan zaman.
