Malaikat adalah makhluk Allah yang paling taat, dan tidak ada yg melebihi ketaatan bakti malaikat. Namun dalam sejarah ketaatannya, ternyata Malaikatpun pernah mempertanyakan kebijakan Allah. Ketika Allah mengumumkan rencana penciptaan Adam, malaikat berkata,”Apakah Engkau akan menjadikan manusia yang akan membuat kerusakan di dalamnya dengan melakukan maksiat dan pertumpahan darah? (Al-Baqoroh:30).
Jeffrey Lang dalam bukunya, “Bahkan Malaikatpun Bertanya,” melihat hal itu sebagai sebuah argumen spiritual bahwa kita sbg muslim harus selalu bersikap kritis, termasuk dalam soal-soal keagamaan. Tapi dalam persfektif lain, argumen yg diajukan malaikat juga cukup menarik., Malaikat menarik sejarah masa silam sebagai dasar kritisismenya mengingat kemungkinan pengetahuan futuristik malaikat dibatasi oleh ayat, “Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan Perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintahNya.” (Al-Anbiya’: 27). Jadi, besar kemungkinan malaikat menarasikan suatu pengalaman masa silam sebagaimana pendapat Ibnu Abbas, Abu Aliya dan Muqatil (Zaadul Masiir)
Malaikat mengungkapkan potensi kerusakan dan pertumpahan darah di bumi jika manusia diciptakan – suatu pernyataan yg kental dengan konteks sejarah masa silam. Terlepas dari benar tidaknya ada kehidupan di bumi sebelum Adam mengingat para mufassirpun berbeda2 pendapatnya, hal ini mengajari kita bahwa sejarah bukanlah barang beku, diam, dan hanya romantisme masa silam. Sejarah bukanlah terpaku pada kebanggaan masa lalu, sebaliknya sejarah adalah inspirasi masa kini dan masa depan. Resi Darmasiksa dari Galunggung bertutur, “Hana nguni hana mangke tan hana nguni tan hana mangke” – “Ada dahulu ada sekarang bila tidak ada dahulu tidak akan ada sekarang.”
Jika malaikat saja “berani” menjadikan sejarah sbg instrumen utk mempertanyakan kebijakan Penguasa Alam Raya, maka kita juga berhak menjadikan sejarah sbg instrumen gerakan protes dan perlawananya terhadap kebijakan penguasa daerah, provinsi dll. Konon, Karawang adalah Kota Sejarah. Ini berarti, kita memiliki cukup banyak amunisi untuk melawan kebijakan penguasa dan pengusaha yang diragukan asfek keadilan dan kebenarannya. Kita harus membongkar sejarah dari kuburannya yg dingin, dan menghangatkannya dibawah matahari pergerakan. Biarkan pengalaman masa lalu menjadi lilin dalam upaya pencarian cahaya di masa depan