Pembangunan dan Kearifan Lokal: Mengembalikan Rasa Syukur dan Gotong Royong Urang Karawang

ritual budaya karawang

Sudah saatnya pemerintah daerah memberikan perhatian yang lebih serius terhadap atribut kearifan lokal, seperti Hajat Bumi, Mapag Cai, Pesta Panen, Seren Taun, Ngabungbang, syukuran, doa bersama, dan berbagai tradisi lainnya. Tradisi-tradisi ini bukan sekadar seremoni budaya, melainkan memiliki peran penting yang seharusnya dapat diserap ke dalam proses pembangunan.

1. Syukur Kolektif
Rasa syukur terhadap proses pembangunan saat ini mulai luntur. Coba kita hitung, berapa banyak masyarakat yang secara sukarela mengadakan syukuran atau selamatan atas pembangunan jalan atau jembatan di wilayahnya? Kebanyakan menganggap pembangunan sebagai hal yang biasa, bukan sebagai karunia yang patut dirayakan.

Padahal, melalui perayaan budaya seperti Hajat Bumi, Mapag Cai, atau Seren Taun, masyarakat diingatkan kembali bahwa setiap proses pembangunan adalah bagian dari anugerah yang patut disyukuri. Tradisi ini menjadi ruang batin untuk merawat kesadaran kolektif bahwa pembangunan bukan hanya soal fisik, tetapi juga soal rasa dan makna.

2. Membangun Semangat Kegotongroyongan
Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin individualis, pemerintah sudah selayaknya hadir untuk membangun ruang-ruang kebersamaan. Salah satunya adalah dengan mendukung kegiatan-kegiatan masyarakat berbasis budaya.

Minimal, hadir ketika diundang. Atau jika tidak bisa, kirim bantuan sederhana—aqua barang satu-dua dus mah. Hal-hal kecil seperti itu justru memiliki dampak besar dalam membangun kedekatan antara pemerintah dan masyarakat.

Bayangkan jika 30 kecamatan di Karawang mengadakan perayaan syukur di wilayahnya masing-masing, secara rutin, terkoordinasi, dan kolosal, sebagai bentuk apresiasi atas terlaksananya pembangunan. Bukan hanya kebersamaan yang tumbuh, tetapi juga rasa memiliki terhadap hasil pembangunan itu sendiri.

Kalau sudah begitu, masyarakat tidak hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi juga menjadi bagian dari prosesnya. Dan kalau itu terjadi, jadi Bupati dua periode mah kahontal sigana.

Asep R Sundapura

 

Similar Posts